Umroh Pertamaku

Bismillahirrohmaanirrrohiim….

Menginjakan kaki dan beribadah di tanah suci Mekah dan Madinah tentunya merupakan impian semua muslim, dan begitu juga tentunya aku. Sudah lama sekali aku bermimpi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Tapi ternyata tidak mudah untuk melaksanakan impian itu karena selain terkendala faktor biaya yang cukup mahal, juga belum adanya kesiapan mental dan tingkat keinginan yang sama dengan suami.

Beberapa kali aku berbicara dan mengajak suami untuk umroh, jawabannya selalu mengambang yang intinya adalah karena merasa belum siap. Meskipun tidak pernah menolak tapi juga tidak menjawab dengan pasti kapan ingin berangkat.

Akhirnya aku memutuskan bahwa akulah yang harus bertindak progresif. Setelah merasa tabungan cukup untuk ongkos, aku segera mendatangi travel umroh untuk meminta jadwal keberangkatan. Setelah jadwal di tangan, aku tunjukkan pada suami dan memintanya memilih tanggal yang mana yang akan diambil.

Diputuskanlah bahwa kami akan memilih tanggal 12 April 2016, tanggal yang menurut suami paling tepat dan sesuai waktunya dengan jadwal pekerjaan. Sampai hari H keberangkatan belio tidak tahu berapa tepatnya ongkos umroh kami dan bahkan belio baru tahu pada saat manasik bahwa kami mengambil paket umroh plus Turki…hihi…

Kami berangkat menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan penerbangan Jakarta-Istanbul selama 10 jam, transit di bandara Attaturk selama 4 jam dan kemudian dilanjutkan Istanbul-Madinah selama 4 jam.

20160412_220012_001

Azharsanti-umroh-turki
Transit di bandara Attaturk, Istanbul

20160413_05531720160413_08184320160413_110435

Bandara Attaturk sangat besar, kalau tidak salah merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk di dunia. Agak repot juga untuk berkomunikasi disini dengan hanya mengandalkan bahasa Inggris seadanya karena mereka yang bekerja di cafe/resto disini juga kebanyakan tidak fasih berbahasa Inggris.

Transit di bandara Attaturk jadi pengalaman tersendiri buatku, paling tidak aku sempet ngerasain roti bagel dan ngopi di bandara, walau harganya lumayan bikin agak nyesek kalau dikonversi ke rupiah -_-

Setelah transit, perjalanan dilanjutkan langsung menuju kota suci Madinah. Di pesawat kami bersama-sama dengan jemaah umroh dari Turki. Turkish Airlines khusus membagikan tas pinggang kecil berisi sajadah tipis, kantong sepatu dengan tali yang bisa digendong di punggung, dan tasbih elektronik yang bisa dipasang di jari. Dan kemudian aku merasakan semua isi tas itu termasuk dengan tasnya juga sangat berguna dan bermanfaat sekali. Di layar tv pesawat juga tersedia bimbingan do’a-do’a khusus pada saat pesawat sudah mendekati Madinah. Special thanks buat Turkish Airlines buat excellent service-nya.

Perjalanan yang melelahkan tapi alhamdulillah kami tiba di bandara Prince Muhammad Madinah dengan selamat. Kami tiba di Madinah sekitar pukul 4 sore waktu KSA. Kami segera menuju ke hotel Dallah Taiba untuk check-in, mandi, berganti pakaian dan kemudian menuju ke masjid Nabawi untuk melaksanakan ibadah sholat maghrib.

20160413_155501

20160413_162609

Advertisements

2 thoughts on “Umroh Pertamaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s