Ketika Nikmat Dikurangi part.2

Melanjutkan tulisan sebelumnya, aku teruskan cerita perjuanganku selama sebulan ini.

Setelah bertemu dokter spesialis syaraf yang kedua, karena dia baik aku sebutkan saja namanya dr. Maruli. Harapanku kembali timbul, optimis lagi. Aku rutin dan disiplin mengkonsumsi obatnya. Seorang temanku yang berprofesi sebagai perawat juga cerita bahwa ada teman dari temannya pernah terkena penyakit yang sama denganku dan sembuh setelah 2 bulan.

Tapi aku gak mau 2 bulan, buatku itu terlalu lama. Karena jujur saja, meski tidak berbahaya tapi penyakit ini sangat mengganggu. Aku jadi sangat membatasi aktifitas karena malu dan minder kalau bertemu orang. Aku nggak mau dipandang dengan tatapan aneh oleh orang lain…hiks…

Belum lagi rasanya yang memang sangat tidak menyenangkan. Pagi hari yang terasa hanya pegal, tapi makin sore rasanya makin tak tertahankan. Apalagi kalau aku beraktifitas terus menerus tanpa istirahat dari pagi sampai malam. Bola mata rasanya seperti ditarik hendak dicabut dari tempatnya.

Jadi selain melanjutkan pengobatan ke dokter, aku juga menjalani terapi alternatif ke tempat yang sama sewaktu dulu Miky terkena Bell’s Palsy. Tempatnya cukup jauh di Cibeber Cianjur. Demi mengejar jadwal terapi 4 kali sehari aku berangkat dari rumah jam 6 dan pulang malam hari. Bolak-balik kesana. Melelahkan.

Aku juga membatasi aktifitas yang melibatkan mata. Tidak dulu menggunakan laptop dan ipad, tidak menjahit, dan sangat membatasi pemakaian HP dan juga menonton TV. Jika ada waktu semaksimal mungkin digunakan untuk tidur,

Tapi alhamdulillah semua upaya yang dilakukan tidak sia-sia, setelah satu bulan, mataku sudah terlihat biasa lagi. Hanya masih terasa kaku dan pegal sedikit dan kalau tersenyum masih terlihat sedikit perbedaannya.

Tapi segini pun aku sudah sangat bersyukur pada Allah. Sungguh suatu nikmat tak terkira yang selama ini aku abaikan.

Aku juga berterima kasih pada suami yang selalu memberi support dan memberi banyak perhatian, anak-anak yang juga selalu membesarkan hati, juga sahabat-sahabatku yang selalu setia menanyakan perkembangan kondisiku dan juga selalu menyemangatiku.

Tapi… yang menyepelekan juga ada aja koq….yang menganggap lebay pun ada…hehehe… orang yang kuanggap dekat tapi ternyata gak peduli pun ada…

Tidak apa-apa… aku rapopo… cukup jadi catatan saja buatku. Karena teman sejati akan ada pada saat kita kesusahan. Right?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s