Tengkleng Pak MantoYang Endes

Sesuai janjiku di tulisan tentang kuliner Solo disini, aku mau cerita tentang satu kuliner yang kami nikmati di Solo yang kenikmatannya sungguh membuat ketagihan dan membuat yang lain rasanya biasa aja.

Sebelum datang ke Solo, aku sudah sering mendengar tentang tengkleng Solo yang terkenal kelezatannya. Menurut driver dan juga dari temanku yang orang Solo, ada beberapa pilihan tengkleng yang terkenal di Solo. Tapi karena waktunya tidak memungkinkan buat nyobain satu-satu akhirnya aku memutuskan untuk mencoba tengkleng pak Manto.tengkleng-solo-pakmanto-1

Warung sate pak Manto yang terletak di jalan Honggowongso sesuai namanya menjual sate kambing sebagai menu utamanya. Dan tentu saja juga menyediakan menu tengkleng, tongseng, dan juga bakar masak yang menurut temanku recommended tapi aku gak sempet nyobain karena temanku telat datangnya aku udah keburu pesen banyak sate dan tengkleng.

Tengkleng sendiri sebetulnya merupakan side dish dari sate. Kambing diambil dagingnya untuk sate, dan tulang-tulangnya dimasak menjadi tengkleng dan tongseng.

Tengkleng yang dijual di warung sate pak Manto terdiri dari 2 variasi rasa, yaitu tengkleng seger dan tengkleng rica-rica. Tengkleng seger berbumbu kuning dan berkuah santan tanpa tambahan cabe sehingga rasanya tidak pedas. Sedangkan tengkleng rica-rica dimasak dengan kecap dan cabe sehingga rasanya lebih pedas.

tengkleng-solo-pakmanto-2
Kiri: tengkleng rica. Kanan: tengkleng seger

Aku sendiri lebih suka tengkleng seger karena citarasanya lebih original dan tradisional, Sedangkan paksu dan anak-anak lebih suka tengkleng rica-rica yang lebih berbumbu dan sedikit pedas.

Makan disini lupakan table manner, lupakan sendok garpu. Karena makan langsung dengan kedua belah tangan dan suara-suara decapan lidah menyeruput sumsum tulang membuat suasana makan lebih seru dan nikmat.

Warung pak Manto juga sangat ramai, sehingga kita harus rela duduk berhimpitan di dalam warungnya yang tidak terlalu luas, di tengah udara kota Solo yang panas dan dengan terus menerus diasapi pembakaran sate yang tidak berhenti membakar sate cukup membuat badan berkeringat, ditambah juga keringat karena makannya yang lahap.

20170103_110929

Hmm…seruuu dan nikmat! Jadi pengen cepet-cepet ke Solo lagi deh…

Advertisements

One thought on “Tengkleng Pak MantoYang Endes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s