Ketika Nikmat Dikurangi part.2

Melanjutkan tulisan sebelumnya, aku teruskan cerita perjuanganku selama sebulan ini.

Setelah bertemu dokter spesialis syaraf yang kedua, karena dia baik aku sebutkan saja namanya dr. Maruli. Harapanku kembali timbul, optimis lagi. Aku rutin dan disiplin mengkonsumsi obatnya. Seorang temanku yang berprofesi sebagai perawat juga cerita bahwa ada teman dari temannya pernah terkena penyakit yang sama denganku dan sembuh setelah 2 bulan. Continue reading “Ketika Nikmat Dikurangi part.2”

Advertisements

Ketika Nikmat Dikurangi

Allah swt memang paling tahu kelemahan kita, dan Dia menguji kita tepat di titik itu untuk menguatkannya. Setidaknya kalimat manis itu yang aku gunakan untuk menghibur diri sendiri saat ini.

Sekitar 1 bulan yang lalu, aku merasa ada yang aneh di mata sebelah kiri. kelopak matanya terasa pegal dan kaku, dan keesokan harinya ketika bercermin aku melihat kelopak mata sebelah kiri turun sedikit. Continue reading “Ketika Nikmat Dikurangi”

Mengabadikan Kebahagiaan

Saya senang memotret dan dipotret. Bukan dalam definisi profesional tapi hanya sekedar senang mengabadikan momen-momen bahagia dengan keluarga atau teman-teman saya.

Terlebih lagi jika momen itu cukup langka dan kemungkinan tidak akan terulang lagi dalam waktu dekat maupun jangka waktu yang lama.

Sebisa mungkin foto-foto itu disimpan sebaik mungkin, sehingga bisa dilihat2 lagi di kemudian hari. Melihat momen bahagia di foto, ekspresi lucu anak-anak, tawa bahagia bersama teman-teman ataupun saat sedang berdua dengan suami biasanya mampu membuat saya tersenyum bahagia.