Rainy Borobudur

Dalam liburan ke Jogja kali ini, sebetulnya anak-anak tidak ingin ke Borobudur tapi aku agak sedikit memaksakan dengan alasan bahwa Candi Borobudur terletak satu arah dengan tujuan kami berikutnya jadi sayang kalau dilewatkan. Tapi kemudian keputusanku ini membawa sedikit penyesalan Continue reading “Rainy Borobudur”

Jeep Merapi Tour

Banyak tempat yang menarik di Jogja yang selalu membuat kami ingin kembali lagi dan lagi. Salah satunya adalah Lava Merapi Tour. Merapi Tour ini masuk dalam list teratas yang diminta anak-anak buat didatangi selain tempat-tempat baru lainnya.

Lava Merapi Tour ini adalah tour mennyusuri lereng gunung Merapi yang terkena dampak erupsi menggunakan mobil Jeep hardtop. Continue reading “Jeep Merapi Tour”

Tengkleng Pak MantoYang Endes

Sesuai janjiku di tulisan tentang kuliner Solo disini, aku mau cerita tentang satu kuliner yang kami nikmati di Solo yang kenikmatannya sungguh membuat ketagihan dan membuat yang lain rasanya biasa aja.

Sebelum datang ke Solo, aku sudah sering mendengar tentang tengkleng Solo yang terkenal kelezatannya. Menurut driver dan juga dari temanku yang orang Solo, ada beberapa pilihan tengkleng yang terkenal di Solo. Tapi karena waktunya tidak memungkinkan buat nyobain satu-satu akhirnya aku memutuskan untuk mencoba tengkleng pak Manto. Continue reading “Tengkleng Pak MantoYang Endes”

Keraton Surakarta

Rasanya nggak afdol kalau berkunjung ke Solo tidak mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat atau biasa juga disebut keraton Solo.

Keraton Surakarta Hadiningrat terletak di pusat kota Solo dan merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan paninggalan zaman kerajaan di Indonesia. Continue reading “Keraton Surakarta”

Air Terjun Grojogan Sewu

Masih dalam rangka day trip di Solo, aku dan keluarga pergi sedikit jauh dari kota Solo yaitu ke kabupaten Karanganyar. Disana kami pergi ke daerah pegunungan Tawangmangu untuk melihat air terjun yang cukup terkenal disana yaitu air terjun Grojogan Sewu.

Setelah sarapan soto seger mbok Giyem, mumpung hari masih pagi kami langsung meluncur ke kabupaten Karanganyar. Perjalanan dari kota Solo sampai ke Tawangmangu ditempuh selama kurang lebih 1 jam.

Pintu masuk ke Taman Wisata Alam Grojogan Sewu ada 2. Menurut driver kami, pintu 1 jalan menuju air terjunnya lebih jauh dan terjal tapi pemandangannya lebih indah sedangkan pintu 2 jaraknya lebih pendek dan mudah tapi pemandangannya tidak seindah yang dilalui dari pintu 1.

Mengingat perjalanan kami hari ini masih panjang, aku memutuskan untuk masuk lewat pintu 2 saja supaya kami tidak terlalu kelelahan.

Tiba di pintu masuk jam 8 kurang sedangkan loket penjualan tiket baru buka jam 8 jadi kami menunggu pintu dibuka di tengah udara yang dingin ditambah dengan gerimis yang membuat udara makin membuat kami merapatkan jaket.

20170103_075315-01

 

Setelah membayar tiket masuk, kami mulai berjalan menyusuri jalan berbatu yang menanjak. Batu-batu yang basah karena diguyur hujan membuat kami harus berhati-hati melangkah.

20170103_093038

Sepanjang perjalanan kami melewati hutan yang terjaga dan kebersihan sepanjang jalan juga sangat terawat. Ada bapak-bapak yang kami temui sedang menyapu dedaunan di sepanjang jalan.

Di beberapa tempat juga disediakan tempat-tempat peristirahatan dan ada juga penjual-penjual makanan seperti sate, mi godog, minuman ringan, kopi, dan lain-lain. Satu hal yang jadi catatanku, para pedagang ini sangat menjaga kebersihan area di sekitar tempat mereka jualan sehingga tidak terlihat sampah bertebaran di sekitar tempat mereka berdagang.

Setelah cukup lama menanjak, berbelok, mendesah dan beberapa keluhan “masih jauh gak, ya?” akhirnya jalanan menurun langsung menuju ke dasar air terjun. Air terjunnya cukup tinggi dan indah. Di depan air terjun ada jembatan yang hanya boleh dilewati, pengunjung tidak boleh berdiam di jembatan itu.

20170103_083402

Sebetulnya ingin berlama-lama disitu, tapi hujan makin deras. Meski memakai payung tetap saja kami kebasahan. Demi mengingat kondisi fisik harus dijaga, kami hanya berfoto sebentar kemudian masuk ke salah satu kedai penjual makanan untuk menghangatkan badan dengan susu jahe sambil beristirahat untuk kemudian melanjutkan perjalanan kemabli ke kota Solo.

20170103_083447

20170103_081912

Berkeliling dan Menikmati Kuliner Solo

Dalam perjalanan sehari ke Solo, aku menggunakan jasa rental mobil untuk mengantar aku dan keluargaku berkeliling. Mobil jemputan telat datang dari yang dijanjikan yaitu pukul 5 pagi. Setelah aku menelpon dan menghubungi via WA, mobil baru datang pukul 5.30 pagi. Rupanya driver-nya kesiangan pfffttt.

solo-balapan

Kemudian aku minta driver untuk mengantar sekaligus mencarikan tempat untuk sarapan yang sudah buka pukul 6 pagi. Sebetulnya aku sudah mendapat rekomendasi dari teman untuk sarapan di gudeg Margoyudan yang katanya buka dari jam 4 pagi dan enak meski harganya agak mahal. Tapi anak-anak dan suami protes, katanya pagi-pagi masih puyeng baru turun dari kereta belum mood buat makan gudeg.

AKhirnya driver mengantar kami ke rumah makan soto seger “Mbok Giyem”. Btw, sepertinya di Solo kuliner “seger” itu cukup populer karena selain soto, tongseng juga ada yang masak seger, selat juga ada kuah segernya.

20170103_061639

Soto seger itu dari penampakan dan rasa tidak jauh dari sop ayam, apalagi karena kami memilih menu soto ayam. Kuahnya bening tanpa santan dan kunyit. Ditambah air jeruk nipis sehingga rasanya memang jadi seger. Ketika pesanan datang kami agak bingung karena tidak diberi nasi, ternyata eh ternyata nasinya sudah disatukan di dalam mangkok soto. Jadi makannya harus cepat-cepat sebelum rasa nasinya jadi tidak enak atau istilah sundanya “Beukah”.

Di meja kami sudah tersedia banyak side dish atau makanan pelengkap untuk menikmati soto ini. Diantaranya ada bakwan, goreng tahu isi, sate telur puyuh, perkedel kentang, lumpia isi abon, telur pindang, dan lain-lain. Kenyang deh pokoknya. Enak sekali buat menghangatkan perut yang masih kosong dan menghilangkan puyeng setelah perjalanan semalaman.

20170103_061532

Sore harinya kami mencoba salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dan sudah sering masuk tv: Selat Solo. Penasaran gitu karena sudah sering dengar jadi mumpung ke Solo kita cobain deh.

Warung selat solo mbak Lies ini adanya di dalam gang. Meski gangnya lumayan lebar dan warungnya terlihat dari mulut gang, tapi rasanya tetep takjub koq bisa warung rumahan di dalam gang bisa seterkenal itu.

Ciri khas dari warung selat ini adalah banyaknya keramik yang dijadikan hiasan, dijadikan tempat duduk,Β  dan sepertinya mungkin ada yang dijual juga karena dikasih label harga. Di dinding juga banyak tanda tangan artis-artis baik yang terkenal, kurang terkenal, maupun yang kita sama sekali gak kenal wkwk

img-20170116-wa0007-01

Selat ini katanya berasal dari kata salad, jadi isiannya juga ada sayur-sayurnya yaitu wortel dan buncis rebus, irisan tomat juga kentang gorengΒ  yang dipotong tebal seperti potato wedges dilengkapi dengan mayones. Kemudian dikasih kuah dan isian yang bisa kita pilih. Ada lidah, galantin, dan lain-lain.

Kuahnya itu kalau dirasa-rasa mirip dengan kuah pempek tapi tidak pedas, sama sekali tidak pedas dan juga tidak sekuat rasa dan aroma kuah pempek.

img-20170116-wa0004-01
Selat galantin kuah seger

After all… menurutku dan juga paksu dan anak-anak nothing special dari selat ini. baik dari rasa maupun penyajiannya. Menurutku penyajiannya malah agak terkesan asal-asalan cuma memakai piring beling warna coklat. Beling ya, bukan keramik. Padahal kalau melihat dekorasinya yang serba keramik akan lebih menarik kalau selatnya juga dihidangkan di piring keramik aneka motif.

Kesan yang biasa-biasa ini mungkin juga karena siangnya kami sudah makan siang kuliner yang luar biasa mantap jiwa yang sangat berkesan buat kami sehingga makanan yang kami santap setelahnya jadi terasa kurang berkesan karena standarnya sudah tinggi. Kuliner yang ini nanti akan aku tulis secara khusus di postingan yang lain.

But anyway, udah gak penasaran lagi sama yang namanya Selat Solo. Meski kalau ditanya apakah akan kesana lagi? Jawabannya may be yes may be not.

img-20170116-wa0010-01

 

Kereta Malam Bandung – Solo

Libur telah tiba…yeay waktunya menikmati waktu bersama keluarga tercinta. Karena kakak Mikyal tinggal di pesantren, libur seperti sekarang pastilah sangat istimewa karena Mikyal bisa pulang ke rumah dan penghuni rumah jadi lengkap lagi.

Anak-anak request pengen liburan ke tempat yang agak jauh. Setelah diskusi, akhirnya diputuskan kami akan pergi ke Jogja. Tapi aku punya ide tambahan yaitu menambah liburan kami dengan trip ke kota Solo. Karena aku belum pernah berkunjung ke sana dan juga karena lokasinya yang cukup dekat dengan Jogja.

Buat acara liburan kali ini aku memutuskan gak akan pakai jasa travel agent. Mau nyoba aja ngatur segala keperluan liburan sendiri. Kupikir Jogja kan sudah tidak terlalu asing buat kami sekeluarga dan aku sudah punya list tempat-tempat yang akan dikunjungi. So, mulailah aku hunting tiket pesawat, kereta api, dan juga hotel yang akan dijadikan tempat menginap selama di Jogja.

Untuk keberangkatan kami akan menggunakan kereta api dari Bandung menuju Solo. Sengaja dipilih kereta malam supaya waktunya efisien. Kami bisa beristirahat di kereta api dan esok harinya bisa langsung meng-eksplor Solo seharian.

20170102_193911

Kami berangkat dari rumah menuju Bandung menggunakan mobil, dan paksu sendiri yang akan menyetir. Selama kami pergi mobil dititipkan di parkiran stasiun kota Bandung.

20170102_16583820170102_16585620170102_185038

Kereta api yang kami pakai yaitu kereta api Turangga jurusan Bandung-Surabaya. Kereta berangkat dari stasiun besar kota Bandung pukul 19.30 malam dan diperkirakan tiba di stasiun Balapan Solo keesokan harinya pukul 04.19 pagi.

Keretanya nyaman dan cukup bersih. Juga di tiap seat ada 2 colokan listrik yang bisa digunakan untuk mengisi ulang daya handphone sehingga kita tidak perlu khawatir akan bosan karena kehabisan baterai selama di perjalanan.

20170102_191938-01

Setelah kereta bergerak kurang lebih 1 jam, kami pergi ke gerbong restorasi untuk sekedar makan-makan. Makanannya ada pilihan nasi goreng, bakso, dan mie goreng. Semuanya instan yang dihangatkan di microwave...hehe…ada juga minuman-minuman kemasan dan snack-snack tapi yaaa harganya sedikit lebih mahal dari harga biasa. Kalo gak percaya cek toko sebelah…

Setelah makan-makan, balik lagi ke tempat duduk, atur posisi duduk yang nyaman, pakai selimut, dan siap-siap tidur sambil diiringi musik dari pengeras suara kereta. See you tomorrow at Balapan railway station…zzzz…

Spa Alami di Puncak Darajat, Garut

Pada saat main ke Garut, saya dan keluarga menuju ke satu tempat yang selama ini sering saya dengar dari teman-teman yang berkunjung ke Garut, yaitu Puncak Darajat.

Puncak Darajat mirip dengan daerah Lembang dan Ciwidey di Bandung, merupakan daerah pegunungan yang sejuk dan banyak terdapat perkebunan teh dan sayuran. Hanya bedanya di Darajat terdapat sumber air panas alami di kawahnya. Continue reading “Spa Alami di Puncak Darajat, Garut”