Trip Bromo Malang

Libur akhir semester I telah tiba dan hampir berlalu. Libur akhir semester yang juga bertepatan dengan libur Natal dan akhir tahun selalu membuat repot dan kebingungan untuk mengatur jadwal liburan dengan anak-anak karena dipastikan dimana-mana akan sangat crowded. Masalah yang harus dihadapi biasanya adalah kemacetan di jalan, tiket mahal, hotel penuh, dan juga tempat-tempat wisata yang dibanjiri pengunjung.

Untungnya, libur semester di sekolah kakak Miky lebih lama 1 minggu dibanding sekolah-sekolah negeri dan kebanyakan sekolah swasta lainnya. Jadi kita punya waktu ekstra 1 minggu setelah tahun baru. Dan waktu seminggu inilah yang akan kita manfaatkan untuk berlibur.

Setelah menimbang beberapa pilihan (dan sebetulnya sudah jadi keinginan yang lama terpendam) diputuskan bahwa kami akan ke Bromo dan dilanjutkan dengan wisata ke kota Batu dan Malang. Tapi payahnya, nampaknya jadwal libur ini tidak sesuai dengan jadwal kerja paksu. Setelah beberapa kali menunda keberangkatan, akhirnya paksu bilang aku berangkat dengan anak-anak saja daripada acara liburan anak-anak batal. Sigh.

Baiklah, ini kali pertama aku bepergian jauh tanpa suami. Tapi aku pikir karena anak-anak juga sudah besar  dan mandiri maka tidak apa-apalah aku memimpin mereka dalam perjalanan kali ini. Oya, selain kakak Miky dan Aik, aku juga mengajak adikku Salwa untuk ikut serta yang disambutnya dengan sangat gembira (tentunya).

Mulailah pencarian dimulai, mencari tiket pesawat pulang pergi, mencari hotel via online dan juga menghubungi penyedia jasa travel ke gunung Bromo demi kepraktisan karena sepertinya berangkat ke gunung Bromo tanpa jasa travel akan sangat menyulitkan.

Hari Kamis direncanakan berangkat, hari Rabu aku browsing tiket pesawat dan hotel. Alhamdulillah dapat tiket Citilink Bandung-Surabaya dengan harga Rp. 650.000,- per orang dan untuk kepulangannya aku booking Sriwijaya Air Surabaya-Jakarta Soetta dengan harga Rp 820.000,- per orang.

liburan traveling keluarga di bandara husein bandung
Aku dan kakak Miky di bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Aku tidak mengambil pesawat dari malang karena harganya lebih mahal, semua diatas 1 juta. Dan aku juga sengaja mengambil tujuan kepulangan ke Soetta tidak ke bandung lagi supaya anak-anak mendapat pengalaman lebih lengkap dan mereka juga merasakan suasana airport yang berbeda. Untuk keberangkatan memang sengaja dipilih dari Bandung untuk menghindari kemacetan Sukabumi-Jakarta supaya gak terburu-buru di jalan dan takut tertinggal jadwal keberangkatan pesawat.

Boarding Pass Citilink
Boarding pass Citilink Bandung-Surabaya
26992446_172564553350890_863627085967859219_n
Aku dan adikku, Salwa, di dalam pesawat Citilink
26993438_172564493350896_1353851015521329629_n
Suasana di landasan pacu bandara Husein yang basah sehabis hujan.
22519514_172564513350894_916056516219576340_n
Jejeran pesawat di landasan pacu bandara Husein.

Sedangkan untuk hotel, setelah browsing sana-sini yang cukup bikin pusing antara memilih hotel atau homestay akhirnya pilihan jatuh ke Hotel Pondok Jatim Park. Pilihan yang kepepet karena beberapa hotel favorit sudah fully booked, mau memilih homestay juga agak ragu karena kami cuma berempat dan agak takut kalau ternyata rumahnya spooky (brrrr…) dan pertimbangan lain adalah lokasinya yang strategis dan cukup dekat ke tempat-tempat wisata yang nantinya akan kami kunjungi.

liburan keluarga di bandara Juanda Surabaya
Alhamdulillah touch down bandara Juanda Surabaya.

Cerita lengkapnya di post-post berikutnya yaaa….

Advertisements

Umroh Pertamaku

Bismillahirrohmaanirrrohiim….

Menginjakan kaki dan beribadah di tanah suci Mekah dan Madinah tentunya merupakan impian semua muslim, dan begitu juga tentunya aku. Sudah lama sekali aku bermimpi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Tapi ternyata tidak mudah untuk melaksanakan impian itu karena selain terkendala faktor biaya yang cukup mahal, juga belum adanya kesiapan mental dan tingkat keinginan yang sama dengan suami. Continue reading “Umroh Pertamaku”