Tengkleng Pak MantoYang Endes

Sesuai janjiku di tulisan tentang kuliner Solo disini, aku mau cerita tentang satu kuliner yang kami nikmati di Solo yang kenikmatannya sungguh membuat ketagihan dan membuat yang lain rasanya biasa aja.

Sebelum datang ke Solo, aku sudah sering mendengar tentang tengkleng Solo yang terkenal kelezatannya. Menurut driver dan juga dari temanku yang orang Solo, ada beberapa pilihan tengkleng yang terkenal di Solo. Tapi karena waktunya tidak memungkinkan buat nyobain satu-satu akhirnya aku memutuskan untuk mencoba tengkleng pak Manto. Continue reading “Tengkleng Pak MantoYang Endes”

Advertisements

Berkeliling dan Menikmati Kuliner Solo

Dalam perjalanan sehari ke Solo, aku menggunakan jasa rental mobil untuk mengantar aku dan keluargaku berkeliling. Mobil jemputan telat datang dari yang dijanjikan yaitu pukul 5 pagi. Setelah aku menelpon dan menghubungi via WA, mobil baru datang pukul 5.30 pagi. Rupanya driver-nya kesiangan pfffttt.

solo-balapan

Kemudian aku minta driver untuk mengantar sekaligus mencarikan tempat untuk sarapan yang sudah buka pukul 6 pagi. Sebetulnya aku sudah mendapat rekomendasi dari teman untuk sarapan di gudeg Margoyudan yang katanya buka dari jam 4 pagi dan enak meski harganya agak mahal. Tapi anak-anak dan suami protes, katanya pagi-pagi masih puyeng baru turun dari kereta belum mood buat makan gudeg.

AKhirnya driver mengantar kami ke rumah makan soto seger “Mbok Giyem”. Btw, sepertinya di Solo kuliner “seger” itu cukup populer karena selain soto, tongseng juga ada yang masak seger, selat juga ada kuah segernya.

20170103_061639

Soto seger itu dari penampakan dan rasa tidak jauh dari sop ayam, apalagi karena kami memilih menu soto ayam. Kuahnya bening tanpa santan dan kunyit. Ditambah air jeruk nipis sehingga rasanya memang jadi seger. Ketika pesanan datang kami agak bingung karena tidak diberi nasi, ternyata eh ternyata nasinya sudah disatukan di dalam mangkok soto. Jadi makannya harus cepat-cepat sebelum rasa nasinya jadi tidak enak atau istilah sundanya “Beukah”.

Di meja kami sudah tersedia banyak side dish atau makanan pelengkap untuk menikmati soto ini. Diantaranya ada bakwan, goreng tahu isi, sate telur puyuh, perkedel kentang, lumpia isi abon, telur pindang, dan lain-lain. Kenyang deh pokoknya. Enak sekali buat menghangatkan perut yang masih kosong dan menghilangkan puyeng setelah perjalanan semalaman.

20170103_061532

Sore harinya kami mencoba salah satu kuliner yang sudah sangat terkenal dan sudah sering masuk tv: Selat Solo. Penasaran gitu karena sudah sering dengar jadi mumpung ke Solo kita cobain deh.

Warung selat solo mbak Lies ini adanya di dalam gang. Meski gangnya lumayan lebar dan warungnya terlihat dari mulut gang, tapi rasanya tetep takjub koq bisa warung rumahan di dalam gang bisa seterkenal itu.

Ciri khas dari warung selat ini adalah banyaknya keramik yang dijadikan hiasan, dijadikan tempat duduk,Β  dan sepertinya mungkin ada yang dijual juga karena dikasih label harga. Di dinding juga banyak tanda tangan artis-artis baik yang terkenal, kurang terkenal, maupun yang kita sama sekali gak kenal wkwk

img-20170116-wa0007-01

Selat ini katanya berasal dari kata salad, jadi isiannya juga ada sayur-sayurnya yaitu wortel dan buncis rebus, irisan tomat juga kentang gorengΒ  yang dipotong tebal seperti potato wedges dilengkapi dengan mayones. Kemudian dikasih kuah dan isian yang bisa kita pilih. Ada lidah, galantin, dan lain-lain.

Kuahnya itu kalau dirasa-rasa mirip dengan kuah pempek tapi tidak pedas, sama sekali tidak pedas dan juga tidak sekuat rasa dan aroma kuah pempek.

img-20170116-wa0004-01
Selat galantin kuah seger

After all… menurutku dan juga paksu dan anak-anak nothing special dari selat ini. baik dari rasa maupun penyajiannya. Menurutku penyajiannya malah agak terkesan asal-asalan cuma memakai piring beling warna coklat. Beling ya, bukan keramik. Padahal kalau melihat dekorasinya yang serba keramik akan lebih menarik kalau selatnya juga dihidangkan di piring keramik aneka motif.

Kesan yang biasa-biasa ini mungkin juga karena siangnya kami sudah makan siang kuliner yang luar biasa mantap jiwa yang sangat berkesan buat kami sehingga makanan yang kami santap setelahnya jadi terasa kurang berkesan karena standarnya sudah tinggi. Kuliner yang ini nanti akan aku tulis secara khusus di postingan yang lain.

But anyway, udah gak penasaran lagi sama yang namanya Selat Solo. Meski kalau ditanya apakah akan kesana lagi? Jawabannya may be yes may be not.

img-20170116-wa0010-01